[FF] Just U Part 2
“Kau ingat yang kita lakukan tadi? Ehm.. sebenarnya itu bukan sekedar latihan saja, tapi… itu benar-benar ingin kukatakan padamu” sambungnya. Aku tidak mengerti apa yang dimaksudnya. Aku hanya diam dan memasang wajah heran. “A… aku suka denganmu Key” sambungnya lagi. Kali ini, aku tak mungkin terdiam. Aku tak mau terjadi salah paham dengannya. “Mianhe, tapi aku tak bisa. Kau adalah sahabatku sejak kecil” ucapku perlahan. Ia menunduk dan terdiam. “Kau sudah mempunyai seorang yeoja?” tanyanya tiba-tiba membuka suara. Mataku terbelalak mendengar perkataanya. “Ya” jawabku singkat. Entah kenapa mulut ini dengan sendirinya mengatakan hal itu. Dan entah kenapa, rasanya tenang ketika mengucapkannya.
“Hyojin?” tanyanya lagi. Aku terdiam sejenak. Ada apa dengan hari ini. Aku merasa hati ku benar-banar terpukul. Hari ini aku telah membuat hati Hyojin sakit, dan haruskah kini aku membuat sakit hati sahabatku juga. “Yeojamu adalah Hyojin?” tanyanya lagi ketika mendapati aku terdiam. “Ya” jawabku tegas. “Maafkan aku, aku harus pergi” ucapku pamit pada Nicole. Ia hanya terdiam. Aku pergi meningalkannya. Aku bergegas ke apartemen Hyojin. Hatiku tak tenang. Aku harus meminta maaf padanya. Dan, aku harus mengatakan perasaan ku padanya sekarang. Aku menaiki mobilku dan menuju apartemen Hyojin dengan menggenggam erat kalung itu.
Sesampainya di sana, kamar Hyojin terlihat sepi. Sepertinya ia sedang tidak disini. Sepuluh menit, tiga puluh menit, hingga 1 jam tlah terlewat. Tetapi tak ada tanda kehadiran darinya. Hatiku semakin gelisah memikirkannya. Aku terus berjalan mondar-mandir. Hingga aku tertidur di kursi depan kamar Hyojin. Tak lama kemudian, ia datang kearahku yang sedang tertidur. Mengangkat kepalaku, dan mengalaskannya dengan sebuah bantal. Memberiku sebuah selimut. Duduk disebelahku, dan merapikan rambutku dengan tersenyum manis. Senyum ini, rasanya sudah lama sekali aku tidak melihatnya tertuju padaku. Ia menyentuh wajahku dengan lembut. Kemudian masuk ke kamarnya. Aku terus berfikir, apa ini sungguh-sungguh terjadi? Aku harap ini benar-benar terjadi. Hingga akhirnya mataku terbelalak. Ternyata hanya mimpi. Kulihat jam tanganku sudah menunjukan pukul 23.00, tapi kamar Hyojin tetap sepi. Kemana dia? ‘drrd-drrd’ Segera kuambil handphone ku yang bergetar itu. Onew hyung menelfonku, dengan maksud menyuruhku pulang. Alhasil aku pun pulang. Walau hatiku tetap saja gelisah. Aku akan menemuinya besok.
Hyojin P.O.V
Aku memutuskan untuk menginap di sebuah panti asuhan. Sering sekali aku sudah datang kesini. Entah kenapa, aku merasa tenang ketika berada disini. Mereka selalu menyambutku dengan terbuka. Tapi entah kenapa juga, hari ini perasaan ku terus saja gelisah. Aku duduk dijendela kamar. Melihat kelangit hitam. Melihat bulan dan salah satu bintang yang bersinar cerah dan saling berdekatan. Entah kenapa tiba-tiba air mataku jatuh. “Hyojin eonni tidak tidur?” Tanya seorang gadis yang sekamar denganku. Aku segera menghapus air mataku dan melihat kearahnya. “Sebentar lagi. Kau tidur dulu saja” ucapku dengan mencoba tersenyum kepadanya.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali, sudah terdengar suara yang begitu berisik disekitarku. Pasti mereka sudah memulai aktivitas mereka. Aku membuka mataku, dan kudapati Kyumin umma datang kearah ku dengan ditarik oleh Hyun. Tiba-tiba umma memegang keningku. “Ya ampun Hyojin-ah, badanmu panas sekali. Tunggu disini, umma ambilkan kompres” ucapnya keluar dari kamarku. Ada apa? Kemudian aku bangkit dengan posisi duduk di kasur. Aku memegang keningku sendiri, ada apa? Aku rasa baik-baik saja. Dan baru kusadari, Hyun berdiri di depanku dan memperhatikanku. “Kau tidak sekolah?” tanyaku sambil mengacak-acak rambutnya. Hyun adalah seorang yatim piatu sejak kecil. Umma dan appa nya meninggal dalam sebuah kecelakaan, dan ia ditemukan selamat oleh Tim Penyelidik. Kini ia berumur 6 tahun. “Tidak, hari ini aku libur” jawabnya polos.
Kemudian umma masuk dan menyuruh ku berbaring kembali. Tapi aku ada jam kuliah pagi hari ini. Aku memaksa beranjak berdiri. Tapi tiba-tiba saja, kepalaku pusing dan hampir saja aku terjatuh. “Sudahlah, kau beristirahat saja hari ini. Aku rasa badan mu sedang tidak sehat” ucap umma dengan menuntunku kembali ke kasur. Mengompresku kemudian pergi keluar kamar untuk melanjutkan aktivitasnya. Aku mengambil handphone ku. Tertulis empat pesan masuk dan Sembilan miscall. Ada sms dari kedua sahabatku, Young Ae, dan Soora. Inti sms nya juga sama, menanyakan keberadaanku. Dan Sembilan miscall dari Key.
Kepada : Young Ae, Soora
Aku tidak enak badan, jadi aku tidak kuliah. Oh ya, beberapa hari ini aku akan menginap di panti asuhan yang biasa aku datangi. Jadi apartement ku akan selalu sepi. Kalau kalian ada perlu denganku, kemari saja ^^ ~Hyojin~
Tak kusadari, ternyata Hyun masih tetap dikamarku. Ia terus memperhatikanku. Sebenarnya apa yang ia pikirkan? Semakin kulihat wajah Hyun, aku teringat seseorang. Tiba-tiba otakku memutar ulang kejadian kemarin, hingga kepalaku terasa sangat sakit. Tiba-tiba mataku terbelalak. Key. Ia begitu mmirip dengan Key. “Hyun, jika kau menatapku seperti itu, kau terlihat seperti Key” ucapku dengan mengacak-acak rambutnya. “Sekarang bergegaslah kesekolah, sebelum umma marah tehadapmu” lanjutku. “Key? Siapa itu?” tanyanya penasaran. “Key adalah temanku, sudah, cepatlah bersiap ke sekolah” jawabku singkat dengan tersenyum kearahnya. Tapi ia tidak beranjak, ia tetap berdiri disamping kasurku. Dengan menatapku polos. “Tidak, aku ingin menjaga Hyojin noona, hingga sembuh” jelasnya. Aku segera membuka tasku. Aku mengambil sebuah kalung yang berlambangkan LH. Kalung ini hadiah dari umma ku, ketika ulang tahunku ke 17 lalu. Aku memakaikan kalung itu pada Hyun. “Hyun, sekarang bergegaslah kesekolah. Jika kau menjaga kalung ini, itu sama saja kau menjagaku hingga sembuh. Oke” ucapku dengan mencubit hidungnya. “Oke” jawabnya riang dengan memegang kalung itu. Kemudian ia bergegas ke sekolah. Entah kenapa melihatnya tersenyum, membuat air mataku jatuh.
TBC~
[FF] My FanFiction 1 ^^ [by : Devi] #02
Flames mengantarkan Maura pulang. Ketika flames mengendarain, dia juga punya rasa yang sama dengan Maura. Hatinya berdetak cepat tak karuan. Flames sadar bawa telah tumbuh benih-benih cinta dalam hatinya . tak terasa, mereka sudah berada di depan rumah Maura . naura segera keluar dari mobil dan mengucapkan banyak terima kasih dan flames pun juga berpamitan untuk pulang.
Sesampainya di rumahh…
Mama : ‘kok baru pulang ?”
Flames : “habis nganter temen ma.”
Mama : ‘cewek apa cowok ?”
Flames : “cewek ma”
Mama : “anak mama uda gede ternyata. Pesen mama , lakuin cewek itu kaya ratu . oke?”
Flames : “mama apaan sih? Cuma temen mamaku sayang”
Mama : “bilang Cuma temen kok sambil senyum-senyum sih? Pipinya merah lagi. Yaudah duduk dulu. Flames, mama mau cerita. Sebenarnya kamu dulu itu punya adik namanya Laura. Dia sangat cantik dan anggun. Tapi sayangnya dulu ada yang menculiknya. Dan mama gak bisa nemuin Laura.”
Flames : “laura ? sekarang dia dimana mam ?”
Mama : “menurut orang yang mama suruh buat nyelidiki ini, sekarang nama Laura menjadi Maura. Dan dia hidup bersama pak sungmin”
Flames berlari ke kamar. Dia terkejut mendengar bahwa Maura adalah kakaknya. Flames tidak menyangka bahwa orang yang dicintainya adalah kakaknya sendiri.
Keesokan harinya di sekolah …
Flames : Maura, aku mau Tanya sesuatu sama kamu…”
Maura : Tanya apa?”
Flames : kamu bilang kalo pak sungmin itu ayah tiri kamu. Lalu ibu kamu kemana ?”
Maura ; “kata ayahku , dulunya kaku diculik , terus ditemuin sama ayah di bis.”
Flames : ‘kau yakin ?”
Maura : “kenapa?”
Flames : “gak papa kok. Masuk ke kelas yuk.” (flames menarik tangan Maura)
Maura : “eh, tanganmu ?”
Flames : “kenapa nggak suka?”
Maura : “aku takut sama sodaramu..”
Flames : “aku yang jagain kamu” (sambil senyum)
Maura membalas senyum yang diberikan flames. Maura sudah mulai berfikir bahwa diantara mereka memang sedang tumbuh cinta. Flames juga demikian. Di kelas, onew mengumunkan bahwa minggu depan ada acara pesta yang diadakan sekolah dalam rangka hari ulang tahun sekolah.
Onew : “guys , minggu depan ada pesta dan semuanya harus datang .”
Key : “kak onew, kakak gue mana yah ?”
Lee : “dasar, pasti dia sedang sama Maura..”
Maura : “kalo iya kenapa?” (Maura dan Flames tiba tiba datang dari balik pintu)
Key : “kak, kok kamu lebih milih dating bareng Maura sih ? padahal Maura nggak stylish banget. Liat aja sekarang. Masa ke sekolah dandanannya norak, bawa sepeda mini lagi..”
Maura : “eh kunci ( key=kunci), bacor banget sih elo kaya emak-emak. Tukang gossip deket rumah aja sampek kalah. Elo yang gak pantes disini, baiknya elo yang keluar dari sini..”
Onew : “gue sebagai sepupu ikut ngerasa tersinggung sama sikap elo. Elo masih gak tau diuntung ya ? harusnya elo nyadar dan gak bikin sensasi. Asal elo tau, dalam satu detik aja gue bisa keluarin elo dari sini.”
Flames : “bukankah sekolah ini dikelola oleh papaku, dan setengah dari sumbangannya adalah milik papaku, jadi yang berhak mngeluarkan siapapun adalah aku .’
Onew : “kau berani menantang kakakmu ?”
Flames : “oke guys, mulai sekarang Maura Putri Olivia resmi menjadi pacarku, dan kalian harus menghormati dia.”
Maura : “elo gila yaa ?”
Onew : “dasar cewek kampung, tinggalin yuk …”
Flames : (menarik tanagn maura dan duduk bersama dibangku paling belakang) guys, tinggalin kita berdua..”
Flames : “aku Cuma pengen ngomong . huft, jujur ya aku cinta kamu di pandangan pertama ku. Kamu adalah siswa putri yang pemberani diantara semuanya. Dan aku terkesan. Aku tidak seperti sepupuku yang lain yang sombong dan sering nggak adil, aku beneran sayang sama kamu . tapi aku nggak akan nembak kamu karena ikatan diantara kita …”
Maura : “ikatan ?”
Flames : “hari ini juga kau akan mengerti…”
Setelah bel pulang sekolah, Flames mengajak Maura untuk ke rumahnya . sesampainya di rumah Flames …
Maura : “kau mengajakku ke sini ?”
Flames ; “saatnya kau tau sesuatu…”
Mama : “flames , uda pulang. Sama siapa ? aduh cantik banget deh . temen kamu yaa ? namanya siapa ?”
Maura : “Maura tante. Makasih.”
Flames : “ma , apakh kakak ku sudah pulang?”
Mama : “sudah ko. Anak-anak ayok turun..”
Onew : “iya tante… eh ada cewek sialan disini ?”
Flames : “stop, kesinilah ada penjelasan dariku…”
Onew, key dan lee akhirnya duduk…
Flames : “mama pernah bercerita kalo ternyata aku punya adik sebelum key, kan ? namanya Laura yang diganti dengan Maura? Lalu dia tinggal dengan Pak Sungmin kan ?”
Mama : “iya kenapa ?”
Flames : “ dan inilah orangnya …”
Mama : “kau yakin ?” apakah namamu laura dank au anak pak sungmin ? apakah kau anak tirinya ?”
Maura : “iya tante, dan semua itu benar? Apakah nama tante ‘Laura Anantasya’ ?”
Mama : “iya, kenapa kau bisa tahu ?”
Maura : “ayah tiri saya yang menceritakan itu padaku. Tak sengaja ketika saya tertinggal di bis si penculik itu kembali, lalu ia menitipkan saya pada yah tiri saya. Sebelumnya, penculik itu berkata bahwa nama ibu saya adalah Laura Anantasya..”
Mama : ‘berarti kau anakku ..” (memeluk Maura dengan erat)
Key : “dia kakakku…” (key meemluk Maura )
Onew : ‘maura, maafkan kesalahanku selama ini, aku benar-benar tidak tau kalau kau adalah adikku”
Maura : “okelahh..”
Flames : “inilah yang ingin aku ceritakan padamu , Maura.”
Dan meraka pun berbahagia. Mereka mulai rukun . flames yang sebenarnya mencintai Maura harus memendam rasa cintanya untuk kebahagian semuanya, dan Maura pun sebaliknya …
The End~
[FF] Just U Part 1
Cast : Key [SHINee], Nicole [KARA], Lee Hyojin [Me] ^o^
Key P.O.V
Hari ini, aku berjanji pada Nicole untuk menemaninya berlatih drama di taman. “Key-ah seharusnya kau menjawab perkataanku tadi” ucapnya kesal. “Mwo? Emang aku harus bicara apa?” jawabku sambil melihat naskah yang ia tunjukan. “Ah mianhe. Sungguh aku lupa. Ayo kita coba sekali lagi” sambungku. “Ommona~ aku tidak yakin dengan teks ini” ucapnya lemas terduduk dibangku. “Mwo? Memang apa yang akan kau katakan? Coba sini” ucapku dengan merebut naskah yang dipegangnya. Setelah aku baca, ternyata dalam teks tersebut ia harus membuat pengakuan terhadap seorang namja. Melihat sahabatku hampir putus asa, aku coba untuk melakukan aksi konyol sesuai dengan naskah tersebut. Alhasil ia tertawa, dan bersemangat kembali. Ia pun bangkit berdiri dan mencoba meyakini dirinya. “Mulai sekarang?” tanyaku. “Ne” jawabnya sambil menghafalkan teks nya.
“Ehm.. aku mau bicara dengan mu. Maaf kalau aku lancang. Tapi sungguh, a.. aku suka padamu. Aku sayang padamu. Aku tak bisa jauh darimu” ucapnya dengan menghayati teks nya. Sesuai dalam naskah, ia segera memeluk ku. “Wah bagus-bagus” ucapku menilai aksinya tadi. Ketika aku hendak melepaskan pelukannya, aku mendengar suara sesuatu terjatuh. Dan aku mendapati Hyojin disana. Dengan segera aku melepaskan pelukan Nicole. “Key-ah, kenapa kau diam saja?” ucapnya kesal, karena aku tak mengatakan bagianku. Aku hanya diam saja, hingga Nicole menyadari kehadiran Hyojjin juga. Aku segera menuju kearah Hyojin, tapi ia tetap berjalan pergi. “Key-ah!” panggil Nicole kesal. “Tunggu sebentar ya” jawabku pada Nicole. Kemudian aku berlari mengejar Hyojin yang mempercepat langkahnya.
Hyojin P.O.V
“Aku suka padamu. Aku sayang padamu” kata-kata Nicole barusan terus terngiang dalam kepalaku. Aku bergegas pergi meninggalkan mereka, tetapi sialnya, bekal yang kubawa tadi terjatuh hingga menyadarkan mereka akan kehadiranku. Aku segera membereskan, apa yang masih bisa digunakan dengan cepat, dan kemudian pergi dari sana. Aku tak tau, mataku terasa panas dan mulai basah, dan perasaanku tak menentu. Detak jantungku terdengar begitu keras ditelingaku, dan paru-paru ku serasa menyempit dan tak membiarkan udara untuk masuk. Sesekali aku mendengar suara Nicole marah dan memanggil nama Key, tapi aku tak tau mengapa, bahkan aku tak mau tau mengapa.
Aku mencoba mempercepat langkahku, agar jangan air mata ini jatuh disini. Tiba-tiba, seseorang menarik tanganku, dan membuatku menghentikan langkah. “Hyojin-ah, kau kenapa?” ucap seseorang dibelakangku. Aku mengenal suara ini. Ini suara Key. Mengetahui keberadaanya aku semakin tak berniat berbalik kearahnya dan mencoba melepaskan tanganku. Namun tangannya menggegamku semakin kuat. “Kau cemburu?” ucapnya lagi dengan membalikan badanku kearahnya. Aku menunduk dan terdiam. Tapi ia mengangkat wajahku hingga aku bisa melihat matanya sedang menatapku. “Kau cemburu?” ulangnya dengan lebih lembut. Aku melepaskan wajahku dari tanganya dan tersenyum kearahnya. “Cemburu? Kepada siapa?” jawabku dengan mengalihkan pandangan ku. “Hyojin-ah” ucapnya sambil mengangkat wajahku sekali lagi.
Kulihat wajahnya nampak serius. Ku coba untuk membohongi perasaanku sendiri, dan tertawa dihadapannya. “haha~ kau lucu” ucapku dengan melepaskan tanganya dari wajahu. “Aku lagi tak sedang bercanda, hyojin-ah” jawabnya. Aku terdiam sejenak, menghela nafas berat, dan melihat kearahnya. “Aku juga tak bercanda. Aku tak cemburu. Aku tak berhak cemburu. Lagian terhadap siapa aku cemburu? Terhadapmu? Bahkan aku bukan siapa-siapamu. Kalaupun aku cemburu, untuk apa aku cemburu? Aku hanya seorang mahasiswi biasa, dan bukan siapa-siapa” jawabku. Tiba-tiba saja ia terdiam. “Maaf, aku harus pergi” ucapku dengan cepat agar bisa pergi dari hadapannya. Ketika aku berjalan menjahuinya, entah kenapa mata ku terasa lebih panas. Dan nafasku terasa sangat berat. “Hyojin-ah” panggilnya. Mendengar panggilannya membuat air mataku jatuh dan mengingatkanku akan kalung yang pernah diberikannya terhadapku. Segera aku melepaskan kalung itu dari leherku, dan mengusap air mataku.
Kuberanikan diri untuk kembali kearahnya. Kuambil salahsatu tanganya, dan meletakan kalung itu ke tangannya. Sialnya air mataku jatuh sekali lagi ketika aku menggenggamkan tangannya terhadap kalung itu. Dari kejauhan aku melihat Nicole yang berjalan mendekat. “Aku tak berhak memiliki kalung itu. Ehm sepertinya yeojamu datang. A… aku pergi dulu” ucapku dengan tersenyum kecil kearahnya dan kemudian meninggalkannya. Setelah agak jauh darinya, aku mendengar, ia sedang berbicara dengan Nicole, tapi aku tak tau apa yang mereka bicarakan. Dan aku segera menaiki taksi yang sudah aku cegat.
Key P.O.V
Aku melihat kearah tanganku yang sedang menggenggam kalung yang diberikan Hyojin tadi. Aku ingat, kalung ini adalah kalung yang kuberikan saat kucoba ungkapkan perasaanku terhadapnya. Tapi sebelum aku mengatakannya, teman-teman sudah menghampirinya. Hingga aku hanya sempat untuk memberikan kalung itu. Melihatnya pergi meninggalkanku saat ini, membuatku tak tau harus berbuat apa. Aku masih terbayang akan semua kata-katanya. Dan aku hanya bisa melihat kearah ia pergi. “Key-ah” ucap seorang yeoja membangunkan lamunanku. Ternyata yeoja itu adalah Nicole. Tiba-tiba saja otak ku menemukan suatu simpulan. Aku memang tak mengerti apa yang dipikirkan oleh Hyojin, tapi mendengar semua jawabannya, itu cukup membuatku mengerti suatu hal. “Key-ah!” ucap Nicole, yang sekali lagi membangunkan lamunanku. “Ah, ne. Waeyo?” jawabku kaget. “Aku mau berbicara sesuatu padamu” ucapnya dengan menunduk. Aku hanya terdiam, menunggu ia melanjutkan perkataannya. “Kau ingat yang kita lakukn tadi? Ehm.. sebenarnya itu bukan sekedar latihan saja, javascript:void(0)tapi… itu benar-benar ingin kukatakan padamu” sambungnya. Aku tidak mengerti apa yang dimaksudnya. Aku hanya diam dan memasang wajah heran. “A… aku suka denganmu Key” sambungnya lagi.
Bagaimanakah reaksi Key setelah mendapat pengakuan dari Nicole? TBC~
[FF] My FanFiction 1 ^^ [by : Devi] #01
created by : Devi Retno
SMA BUNDA BANGSA adalah salah satu sekolah favorit di Jakarta . yang menjadi siswanya hanyalah anak orang kaya. Disana juga terdapat 4 pria yang sangat terkenal . Onew , Key , Flames dan Lee. Meraka dalah anak pemilih sekolah tersebut . mereka bersaudara sepupu yang tinggal bersama. Tapi dari 4 orang itu hanya ada 1 orang yang baik yaitu Flames .
Hari ini ada siswa baru bernama Maura . dia anak orang sederhana . Maura mendapatkan beasiswa dari sekolah terdahulunya . ternyata, Maura satu kelas dengn keempat siswa anak pemilik sekolah .
Bu Yeon : “Selamat pagi anak-anak. Hari ini ada siswa baru . Maura , silahkan masuk dan perkenalkan namamu.”
Maura : “Terima kasih, bu. Hai teman teman semua. Nama saya Maura . senang bertemu kalian.”
Onew : “hey, kau gadis yang disana. Kau bilang kau senang bertemu kami ? apa kau gila ? kita ini tidak sejajar. Sadarr ..”
Maura : apa kau pikir aku senang bertemu denganmu ? TIDAK !!
Lee : (sambil membaca komik) heloo , bisakah kalian diam ? aku sedang asik dengan komik baruku ini. Apakah kau tidak melihatnya ?”
Bu Yeon : “cukup! Lee , hentikan komikmu atau ku rampas. Maura kau bisa duduk disana di dekat Dewi.”
Maura : “terima kasih, bu.” (Maura menuju ke bangku yang dituju dan dia menyapa Flames yang berada di depannya.)”
Lee : “aku tidak terima bu. Kau disini ku bayar . dan jangan menyuruh dia duduk dibelakangku.”
Bu Yeon : “yang membayarku bukan kau, tapi papamu . sudah , hentikan . sekrang buka buku matematika halamn 19.’
Bu yeon pun memulai pelajarannya. 2 jam kemudian bell istirahat berbunyi dan semuanya pergi meninggalkan kelas.
Dewi : “Maura, apakah kau tidak makan.”
Maura : “kau duluan saja.”
Dewi : “oke..”
Flames : “hai, Maura . apakah kau tidak pergi ke kantin ?”
Maura : “aku ingin pergi ke perpustakaan. Tapi aku tak tahu dimana tempatnya.”
Flames : “aku yang mengantarmu..”(tersenyum)
Maura pergi bersama Flames dan flames lebih memilih Maura dibandingkan saudara-saudaranya. Di dalam hati Maura sangat senang . hati Maura berdetak dak, dik , duk tak karuan. Seprtinya Maura mulaik terpesona dengan karisma flames yang tinggi dan berbadan gagah. Wajah ganteng Flames juga manambahkan image cool yang membuat semua gadis ingin menjadi pacarnya. Tak lama mereka sampai di perpustakaan.
Maura : “makasi kau sudah mengantarkanku ke sini. Sekarang kau bole meninggalkanku untuk saudaramu yang sombongnya minta ampun.”
Flames : ‘kau yakin ? bagaimana kau tau kalo aku satu saudara dengan Lee dan Onew ?”
Maura : “kalian sudah sangat terkenal dikalangan pelajar. Dan aku baru dapat informasi ini tadi pagi.”
Flames : “maafin saudara ku yaa..”
Maura : “hmm, iyadeh demi kamu.”
Onew : (onew datang sambil membawa speaker) “teman-teman yang saya hormati. Apakah disini kalian tidak tahu peraturan?”
Siswa : “tau kok”
Lee : “lantas, kenapa cewek kumuh ini disini.”
Flames : “kak , hentikan .”
Key : “hey cewek jadul . elo tau gak sih kalau murid disini gak boleh SKSD sama kita termasuk elo.”
Flames : “key, hentikan.”
Onew : “dan kesalahan keduamu adalah kau berjalan hanya berdua dengan flames.”
Maura : “lalu? Kamu marah ? jelous ?”
Lee ; “what? Kita jelous sama kamu? Kiamat kaleee”
Maura : “lagian gue juga males same lo, Lee. Dasar lele”
Flames : “kita pergi aja yuk.”
Tangan flames menarik tangan Maura. Tentu saja Maura kaget. Maura yang mulai menyimpan hati pada flames, hatinya makin tak menentu . Sesampainya di kelas, flames melepaskan tanganya. Dia meminta maaf atas kejadian itu dan Maura hanya manggut- manggut saja . bell bordering tanda kelas masuk.
Setelah 4 jam pelajaran, bell pulang berdering. Semua siswa pulang termasuk Maura . betapa kagetnya Maura karena diluar sedang hujan deras. Maura hanya membawa sepeda mini dan sialnya dia tidak membawa payung.
Maura : “ah,sial. Hujan lagi.”
Onew : inilah siswa yang panik cuma karna hujan. Penakut banget sih loh.”
Key : “dia kan Cuma naek sepeda mini dan si Maura ini tak punya baju cadanngan.”
Maura : “kalau ia kenapa?” (Maura bernada sensi)
Lee : “kasian…”
Onew : “yuk kita pulang dengan mobil mewah kita.”
Flames : “key, bawalah mobilku. Aku ingin ke perpustakaan.” (flames melemparkan kunci mobilnya)
Key : “okey.” (key, onew dan lee pergi ke tempat parker pribadi mereka.”
Maura ; “kau pulang naik apa ?”
Flames : “(mengambil handphonenya) pak jong, tolong bawakan mobil putihku kesini. Cepat ya pak. Sekalian juga bapak bawa mantel atau payung.”
Maura : “ha?”
Tak lama , mobil putih mengkipap datang dari gerbang sekolah..
Pak jong: “(keluar dari mobil) mas , ini mobilnya.”
Flames : “makasi pak. Sekarang bapak ambil sepeda mini di parkiran dan pake mantelnya . ini ada uang satu juta buat bapak . Maura kasih alamat rumahmu.”
Maura : “maksudnya ?”
Flames : “udah nurut gue aja deh ..”
Maura : “Jalan A.MI.GO gang lollipop. Tanya aja rumahnya pak sangmin. Insyaallah semua tau kok pak.”
Flames : pak sangmin itu ayah kamu?
Maura : “ayah tiri …”
Flames : “okey naiklah….” (flames membukakan pintu mobil.)
TBC~
[FF] Playstation

Cast : Lee Taemin, Kim Jonghyun, Choi Minho, Lee Jinki
- MINHO -
"Aiish! Tidak seru sekali bermain tanpa adanya lawan main" keluh ku ketika sedang bermain winning eleven sambil membanting stick PS di kasur.
Tak lama kemudian aku mematikan PS, dan keluar kamar. Aku menuju ruang TV, dan mendapati Jong-hyung dan Onew hyung sedang serius, sedangkan Taemin duduk agak jauh dari mereka dan sedang tertawa kecil. Aku mendekati Taemin dan duduk disebelahnya.
"Taemin-ah, mereka sedang apa?" tanyaku
Taemin menoleh kearah ku kemudian tersenyum ramah.
"Jonghyun-hyung meminta Onew-hyung mengajarinya tetang PR matematikanya" jawabnya.
Aku hanya mengangguk-angguk tanda mengerti. Kemudian kami terdiam sejenak, sampai Jong-hyung mengeluh.
"Aiish! Kenapa matematika tidak bisa bersahabat dengan otakku?" keluh Jong-hyung
"Onew-hyung, tolong jelaskan padaku sekali lagi tentang bab ini" pinta Jong-hyung pada Onew-hyung sambil menunjuk bukunya.
"Jong, sudah berkali-kali aku menjelaskan bab ini padamu" ucap Onew-hyung agak kesal.
"Mianhe hyung, tapi otakku benar-benar belum bisa mendalami bab ini. Tolonglah hyung. kalau aku tidak mengerti bab ini, aku tak akan bisa mengerjakan soal ulanganku besok. Ya hyung?" pinta Jong-hyung dengan agak memelas
"Baiklah" ucap Onew-hyung berat
"Gomawo hyung" jawab Jong-hyung sumringah
"Baiklah kita mulai dari... ini... jika... maka... sehingga... jadi... ini... dan... begini... " jelas Onew hyung. Jong-hyung hanya mengangguk-angguk tanda mengerti.
Sementara itu, aku dan Taemin hanya bisa menahan tawa ketika melihat kelakuan Jong-hyung.
"Kau tau hyung, sejak tadi itulah yang mereka lakukan, hingga aku betah berada disini, mereka sungguh lucu" ucap Taemin padaku sambil tertawa kecil.
'Ahh, tampaknya Onew-hyung dan Jong-hyung tak bisa bermain denganku' pikirku dalam hati. kemudian aku menoleh kearah Taemin dan tersenyum penuh arti.
"Wae hyung?" tanya Taemin
"Taemin-ah, apakah kau sedang sibuk?" tanyaku halus.
"Tidak, wae hyung?" jawabnya
"Mau bermain winning eleven bersamaku?"
"Aniyo!" ucapnya cepat
"wae?" tanyaku memperjelas jawabannya
"Aniyo hyung! Aku selalu kalah melawanmu, dan itu membuatku kesal hyung" ucap Taemin kesal
"Kalau begitu cobalah sekali lagi, jangan mudah menyerah seperti itu" rayuku pada Taemin
"Aniyo!" jawabnya dengan tegas sekali lagi
"Ayolah Taemin-ah, sebentar saja" pintaku dengan sedikit memelas
"Baiklah. sebentar saja hyung" jawabnya berat.
"Gomawo Taemin-ah" ucapku sambil tersenyum ramah padanya.
Kemudian aku dan Taemin beranjak pergi dari ruang TV menuju ke kamar dan memulai bermain PS.
- JONGHYUN -
Ketika Onew-hyung selesai menjelaskan semua itu padaku, aku kembali membaca soal-soal yang ada dan berusaha mengerjakannya. Tapi ditengah perjalanan, otakku benar-benar seperti benang bulet.
Setelah Taemin dan Minho pergi ke kamar, sesekali aku melirik Onew-hyung berharap mendapatkan jawaban. Tetapi tak ada tanggapan dari Onew-hyung yang sedang mengerjakan tugasnya. Akhirnya kuberanikan diriku bertanya sekali lagi pada Onew-hyung.
"mianhe hyung, apakah jawaban ini sudah benar?" tanyaku sambil menyodorkan sebuah buku
Onew-hyung melihat hasil kerjaan ku dengan alis terangkat.
"Ini masih salah. benarkan lagi" jawabnya sambil mengembalikan bukuku dan kembali menghadap tugasnya.
"Lalu bagaimana hyung? aku sungguh tak mengerti" jawabku sambil mengacak-acak rambutku yang memang sudah berantakan.
"aku akan menjelaskan kepadamu sekali lagi Jong. dan kuharap, kau perhatikan dengan baik" ucap Onew tegas
"Ne, hyung!"
"ini... begini... lalu... jadi... kalau... sehingga... kemudian... ini... dan... begini... " jelas Onew. sekali lagi aku hanya mengangguk-angguk.
*sebenarnya Onew-hyung menjelaskan apa? T^T. Otakku benar-benar tak kuat menampung semua ini. #di gampar Onew-hyung. (sekedar iklan kok chingu, mianhe klu ganggu >,<)*
- TAEMIN -
Sementara Jonghyun-hyung dan Onew hyung masih sibuk, aku dan Minho-hyung pergi ke kamar untuk bermain winning eleven.
*Minho-hyung aku yakin dan berharap kau akan kalah ketika melawan ku saat ini XD. Minho menoleh kearah Taemin dengan muka datar dan tatapan tajam. Apa yang kaukatakan? Aniyo hyung. hoaa... T^T Jawab Taemin sambil lari meninggalkan Minho ( Mianhe lagi chingu, buat refreshing aja :p )*
Ketika Minho hyung sedang sibuk menyalakan PS, aku juga sibuk dengan pikiranku.
'sebenarnya kesebelasan apa yang paling ditakuti Minho-hyung?'
daripada aku terus penasaran, akhirnya aku menanyakannya.
"Hyung, kesebelasan apa yang paling kautakuti?"
Sesaat Minho-hyung menoleh kearahku. "Indonesia" kemudian kembali membetulkan PS nya.
*Wow, Ternyata Minho takut sama kesebelasan Indonesia loh!! >,< Yippie. "Hey aku belum selesai bicara, jangan memotong pembicaraan ku! maksudku Indonesia yang paling mudah" #Minho digampar orang se Indonesia T^T ( Mian, mian. Just to fun. It's not a FACT :p )*
"Baiklah, kalau begitu aku akan memakai kesebelasan Indonesia" ucapku senang
Permainan pun dimulai. Babak pertama hasilnya tidak memuaskan bagiku. 3 untuk Minho-hyung. 1 untukku. Pada awal babak kedua, menjadi 4-2.
"Tuh kan hyung, hyung selalu menang dariku" ucapku kesal
"Jangan menyerah begitu, Hwaiting Taemin-ah" jawabnya.
Akhirnya aku mulai bermain malas, karena sudah kalah. Tak lama kemudian.
"Goooalll. Yippie" teriakku bangga.
"Gwo? Bagaimana mungkin?" jawab Minho-hyung sambil mengamati tayangan Replay nya.
Kemudian skor pun menjadi 4-3, kemudian 4-4. Karena hasil nya imbang, maka ada tambahan waktu yang diberikan untuk merebutkan kemenangan. Minho-hyung terlihat begitu antusias memainkannya.
"Goooaall. Yiipiiee!" Ucapku bangga.
Tak lama kemudian 'priiit-priiit-priiit' Suara pluitan sebanyak tiga kali menandakan permainan selesai.
"Gwo? Bagaimana bisa?" jawab Minho-hyung terkaget sekali lagi
Kini skornya menjadi 4-5.
"Wah, bagaimana aku bisa menang?" tanyaku heran pada diriku sendiri.
"Taemin-ah, bagaimana kalau bermain sekali lagi?" tanya Minho-hyung yang nampaknya tidak puas dengan permainannya.
"Aniyo hyung. aku lelah. Lagi pula tadi kau bilang hanya sebentar bukan?" tolakku
Lalu aku langsung pergi keluar kamar Minho-hyung dan menuju ke ruang TV. Lalu Minho-hyung ikut keluar dan pergi ke ruang TV. Tak ada siapapun diruang TV, mungkin Jonghyun-hyung dan Onew-hyung sudah selesai dengan tugas mereka. Saat kami telah duduk di sofa ruang TV Minho-hyung menanyakan pertanyaan yang sama kepadaku.
"Taemin-ah, kau yakin tak mau bermain sekali lagi?"
"Aniyo" jawabku sambil melemparkan seulas senyum ramahku.
"Owh" jawab Minho-hyung singkat.
*Hahay. Minho-oppa kalah juga sama Taemin-oppa. #Tertawa hebat. #di gampar Minho T^T. Diamlah, dan jangan cerita pada siapa2! Kemudian Onew, Jonghyun, Key, dan Pembaca muncul secara tiba-tiba dari balik sofa : Kami semua sudah tau ^^. hahaha. Apa-apaan kalian semua ini? Apa yang sedang kalian bicarakan? #bersikap polos seakan tak terjadi apa-apa. Kemudian Minho pergi meninggalkan yang lainnya ( Iklan dulu ya chingu :D )*
[FF] Imut ^^

Cast : Choi Minho, Lee Taemin, Otta
Sore hari itu, Minho dan dongasengnya, Otta sedang asyik lihat TV. Tiba-tiba Taemin datang dan menggoda Minho.
“Hey hyung, apa kau tidak merasakan sesuatu saat aku berada disampingmu?” tanya Taemin mulai menggoda Minho.
“Hey Taemin-oppa, Minho-oppa tidak merasakan kehadiranmu karena dia lebih merasakan kehadiranku, dongasengnya yang paling imut.” Otta tidak mau Taemin menggoda hyungnya.
“Seimut-imutnya kau masih lebih aku lagi.”
“Ommo! Dasar namja ga jelas.”
“HEY! Aku meskipun imut ga ketulungan gini tetap seorang namja sejati ya.”
“Kalau kau namja sejati, berhentilah menganggu Minho-oppa ku!”
“Terserah aku dong. Kau meskipun yeoja, masih kalah imut denganku.”
“Taemin-oppa! Dasar kau namja ga jelas, sukanya menggoda Minho-oppa!”
Taemin dan Otta terus berdebat dengan hebohnya. Sampai-sampai tidak memperdulikan Minho yang sedari tadi berusaha melerai mereka.
“HEY KALIAN!” Minho yang frustasi dengan tingkah keduanya berteriak dengan cukup keras hingga Taemin dan Otta diam.
“Ada atau tidak ada kalian, aku tidak merasakan apa-apa. mengerti kalian?” Minho kemudian pergi dan meninggalkan Taemin dan Otta dalam keadaan diam membatu tidak bergerak saking kagetnya.
THE END
[FF] My FanFiction 1 ^^

Chingu >,> Admin mau bagi FF nih.
Dibaca ya ^^ #ngarep
Please leave your comment 6^^ Thx >,<
Cast : Eunjae
Shinwa
Key [Shinee]
Jonghyun [Shinee]
Taemin [Shinee]
BOS [Pemilik Toko Kaset]
Di supermarket
EJ : ehm, banana milk, banana milk.. ehm.. ini dia *ngomong sendiri sambil nyari banana milk di rak*
SW : eonni *ngagetin Eunjae* look at this, i get it *nunjukin album SM Town terbaru* *girang*
EJ : "..." *merasa tidak tertarik, pergi ke tempat snack*
SW : eonni, aku ke tempat majalah dulu ya?
EJ : Ne!
Ditempat snack
EJ : Chitato, chitato.. ehm... ini dia *ngomong sendiri sambil nyari chitato*
Sw : Chitato 2, Cheetos 2, Piatos 2, Ring 2, Pilus 2, Oreo 2, Biskuat 2, ehm... *tiba-tiba muncul di samping Eunjae, sambil mengambili barang tsb satu-satu ke keranjang*
EJ : Mwo? *bengong liat belanjaan Shinwa*
SW : wae eonni? *noleh sebentar* ehm, oh iya, milkita 5, Leo 2, sale 1, trend 5, ehm.. oh ya hampir aja lupa, ini dia (silverqueen)
EJ : Aigoo, untuk apa itu semua? itu terlalu banyak.
SW : Untuk persediaan cemilan selama 1 minggu *polos*
EJ : Ne, up to you. toh kamu bayar sendiri *pergi ke tempat peralatan mandi*
SW : Mwo? Aku tidak membawa uang eonni. Jadi pake uang eonni dulu ya? *ngikutin Eunjae dari belakang*
EJ : Aniyo!!
SW : Ayolah eonni ?!
EJ : Kalau begitu pilih salah satu diantara mereka. Pilihanmu masukan keranjang ini. Dan yang lain kembalikan ke tempat semula. Dalam hitungan ke tiga, kalau tidak ada yang masuk, maka kamu bayar sendiri.
SW : Mwo?
EJ : hana... du...
SW : wait *bingung* ini aja deh *masukin silverqueen ke keranjang belanjaan*
EJ : se!! Finish ^^. Sekarang kembalikan yang lain ke alamnya ^^
SW : aigoo *jalan ke tempat snack untuk ngembalikin snack yang nda jadi dibeli*
EJ : Kekeke *tertawa kemenangan*
Di tempat peralatan mandi
EJ : sabun muka... sabun muka... *kebiasaan banget ngomong sendiri* nah, *waktu ngambil sabun muka, ternyata ada yang mau ngambil sabun muka tsb juga*
EJ+Key : ah,mianhe. *ngelepasin tangannya dari sabun muka tsb* *trus noleh satu sama lain*
EJ : opps, mianhe oppa. *senyum bersalah*
Key : 'aigoo, yeoja ini manis banget' *ngomong dalam hati sambil bengong*
EJ : Oppa *smbil ngelambai-lambaiin tangannya di depan muka Key yang lagi bengong* Ya[Hei] Oppa *sambil nepukin tangannya sekali*
Key : Oh, ne? *terbangun dari bengongnya*
EJ : Oppa kalau mau bali sabunnya ambil aja. *senyum*
Key : 'OMOO >,< make me melting' *ngomong dalam hati* Ehm, ne? gamsahamnida *sambil ngambil sabun mukanya*
EJ : Cheonmaneyo *senyum* *pergi ninggalin key, trus ke tempat Shinwa*
JH : Key ah, ayo kita pulang. sudah mepet ini waktunya *tiba-tiba muncul dibelakang Key*
Key : Oh, ne.
Di mobil, menuju perjalanan ke dorm SHINee
JH : Ya[Hei] bukankah yeoja yang kau temui tadi itu penjaga toko kaset sebelah warung Chakto? *sambil nyetir*
Key : Mollayo
JH : Ku kira kau mengenalnya
Key : Mwo? Waeyo hyung?
JH : ah, gwenchana
Kemudian mereka terdiam selama perjalanan, tapi tidak didalam hati mereka
Key : 'Ah, toko kaset sebelah warung Chakto? Aigoo, kalau begitu aku bisa bertemu dengannya lagi' *ngomong dalam hati* *girang*
Keesokan harinya, Key langsung pergi ke toko kaset sebelah warung Chakto, untuk memastikan apakah benar yeoja yang ia tabrak tadi bekerja disana, dengan ditemani oleh taemin.
TM : Ya[hei] hyung, tumben kau pergi ke tempat kaset? kau mau membeli apa?
Key : Mollayo
TM : ...
Sesampainya ditoko kaset
"Annyeonghaseo" ucap seorang yeoja menyambut pembelinya dengan ramah
Key+TM : Annyeong
Key : 'bukan yeoja ini, may be dia ada di dalam' *pikirnya*
TM : hyung, aku kesana dulu ya? *nunjuk tempat kaset animasi anak-anak* (author : aigoo, taemin oppa terlalu magnae --" *nyoret bagian ‘anak-anak’)
Key : Ah, Ne *kemudian pergi ke tempat asian music*
yeoja : Annyeong, cari kaset apa? *tiba-tiba muncul dibelakang Key sambil senyum ramah*
Key : *senyum doang*
Di kantornya toko kaset
Bos : Eunjae-ssi, kamu sudah tau kan peraturan disini?
EJ : Ne *jawab Eunjae polos*
Bos : Karena kau sudah terlambat untuk ke tiga kalinya, kamu saya skors 2 hari
EJ : Tapi, yang pertama kan saya sudah ijin, kenapa masih dihitung?
Bos : Oh tidak bisa *pake nada sule* mianhe, silahkan keluar.
EJ : Ah, Ne *nada berat, kemudian keluar dari kantos Bosnya dengan nge-dumbel 1001 bahasa*
Kemudian Eunjae mengambil tasnya, dan berjalan menuju keluar toko.
EJ : *jalan keluar tanpa merhatiin jalan sambil ngedumel pelan* aigoo, gara-gara tadi jam weker mati, handphone lowbat, gini deh jadinya. Ngapain coba nanti aku dirumah. Nganggurisasi selama 2 hari. jadi apa ini en... Ahhh!! 'BUKKK' *Eunjae terjatuh akibat menabrak seseorang*
Ternyata seseorang yang di tabrak itu adalah Taemin, yang sedang melihat-lihat kaset animasi. Dan tabrakan ini, mengakibatkan rak kaset animasi terjatuh, dan semua kasetnya berantakan. membuat orang-orang bergerumbul disana. Termasuk Key dan BOS.
TM : Ahhhhh!!! 'BUUKK' *terjatuh*
EJ : Aigoo *kesal, karena sudah BM dari awal*
TM : Ah, mianhe noona *bersalah* *kemudian membereskan kaset-kaset yang terjatuh*
EJ : Eh, mianhaeyo. sudah biar aku yang bereskan *merasa bersalah* *membereskan kaset yang jatuh*
Key : Taemin-ah, ada apa? *tiba-tiba muncul disamping Taemin*
TM : ... *tetap membereskan kaset-kasetnya*
EJ : Sudah, gwenchana, biar aku saja. *senyum bersalah*
Key : 'aigoo, yeoja ini...' *ngomong dalam hati*
Kemudian BOSnya dateng.
BOS : Mianhaeyo, ada apa ya?
EJ+TM : Mian, aku tadi tak sengaja menjatuhkannya *selesai membereskan kaset-kaset tersebut*
EJ+TM : ah? *kaget, noleh satu sama lain*
EJ : Ehm, mianhe, itu kesalahanku *menundukan badan*
BOS : Maaf, kalau ini mengganggu kenyamanan anda *ngomong sama Taemin* Eunjae-ssi *manggil Eunjae, tanda disuruh kekantor, kemudian langsung ngilang ke kantor*
Key : 'ouh, jadi namanya Eunjae' *ngomong dalam hati* (author : Key oppa nda penting beud ce? --" *nyoret-nyoret naskah Key*)
Key : Ya[Hei]!! Jangan coret-coret naskah ku. Nanti bagian ku berkurang tau *ngomong sama author sambil ngambil bulpoin author*
author : Aigoo! *ngerebut bulpen yang direbut Key*
Key+Author : *rebutan bulpen*
EJ+TM : … *mlongo liat kelakuan Key sama author* ckckckck…
TBC coz Key sama author tengkaran.







